Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian, I Wayan Puspa Negara berharap dapat bersinergi dengan kelurahan dan Desa Adat dalam melaksanakan program serta menjalankan program keswadayaan gotong royong masyarakat untuk membawa Legian menjadi lebih sejahtera dan berkilau (Sparkling).

Puspa negara dengan didampingi oleh Ketut Raja Sentanu dan Agung Ade Mahendra akan menjadikan LPM Legian menjadi sebuah lembaga thing-thank yang mensinergikan antara kelurahan dan desa adat untuk meningkatkan kemakmuran dan kualitas hidup masyarakat Legian.

“Terutama dari segi pembangunan, kita akan merencanakan program-program unggulan untuk program jangka pendek berfokus pada menjadikan Sungai Tukad Mati Legian bersih setiap waktu, sebab kita hanya tugasnya bersih-bersih saja, karena untuk mendapatkan proyek itu tidak mungkin karena proyek itu milik balai (BWS),” tutur Puspa Negara berseloroh sambil tersenyum, Sabtu (16/5/2020).

Program jangka pendek yang kedua adalah menin tajuk Ida Betara di kantor lurah yang sudah rusak dan yang ketiga mengecat ulang (merubah) warna cat jembatan dengan warna coklat dan emas (gold) yang mencirikan sebagai jembatan emas bukan jembatan Naga Bonar dengan warna yang sudah lusuh, untuk selanjutnya program jangka menengah yaitu penataan Praja Nata yang akan dihiasi dengan lampu hias warna-warni yang cantik berkilau.

“Untuk program jangka panjangnya adalah Sungai Tukad Mati akan dibangun Patung Dewi Mansa setinggi 20 meter yang akan menjadi ikon Legian, yang akan diikuti oleh pemasangan air mancur sepanjang Sungai Tukad Mati,” terang Puspa.

Untuk itu diharapkan kita harus bersinergi dalam membangun Legian menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

menurutnya, Landasan Legian bersatu yang merupakan inisiasi kepengurusan LPM sebelumnya pada era I Nyoman Sarjana, namun kedepan dipakai sebagai motto ‘Sparkling Legian’ pada saat kepemimpinan Puspa negara didampingi Wakilnya Ketut Raja Sentanu dan Agung Mahendra. (sarjana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here