Kejari Badung Tahan 3 Tersangka Korupsi LPD Kekeran

0
27

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Badung telah menerima tersangka dan barang bukti (tahap II) dari Penyidik Kejaksaan Negeri Badung atas perkara tindak pidana korupsi dalam Pengelolaan Keuangan pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Kekeran, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan LPD Desa Adat Kekeran untuk periode 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Mei 2017 dengan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 5.258.192.863,00.

“Adapun dalam penyerahan tersangka dan barang bukti dalam kasus ini terdapat 3 tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan yakni atas nama inisial IWS selaku Kepala LPD, IMWW selaku Bendahara dan NKA selaku Sekretaris atau kolektor pada periode tersebut,” kata I Ketut Maha Agung, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, Ketiga tersangka didakwa dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, Pasal 9 Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP dengan modus operandi tidak meyetorkan uang nasabah berupa tabungan, deposito dan kredit dari buku tabungan ke kas LPD.

Sebelum dilakukan Tahap II, ketiga tersangka telah diperiksa kesehatan dan dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif atas 3 tersangka dan setelah semua administrasi kelengkapan penyerahan tersangka dan barang bukti telah lengkap, ketiga tersangka selanjutnya dititip di Rumah Tahanan Negara selama 20 hari terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020. Kegiatan penyerahan tersangka dan barang bukti pada Kejaksaan Negeri Badung ini berlangsung dengan lancar dan aman. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here