AMM dan PMKRI Sumbang 500 Masker Untuk Masyarakat Manggarai

0
102

Aliansi Mahasiswa Manggarai (AMM) dan Aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus memberikan bantuan masker sebanyak 500 pcs kepada masyarakat Manggarai melalui Gugus Tugas COVID-19 Pemkab Manggarai.

Ada pun Mahasiswa yang bergabung dalam wadah ini tersebar di berbagai kota, di antaranya Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali dan Ruteng.

Ketua PMKRI Ruteng, Heri Mandela menyerahkan bantuan APD berupa masker kepada Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Manggarai, Frumencius L.T.K. Do pada Jumat, 15 Mei 2020.

Ketua PMKRI Ruteng yang juga sebagai Kordinator Wilayah Ruteng Heri Mandela mengatakan sumbangan masker tersebut sebagai wujud kerja sama antara PMKRI Ruteng dan AMM. Menurut dia, sebagian besar masker dikirim dari Bali, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Malang dan Jakarta. Jadi ini semua melalui perjuangan teman-teman mahasiswa Manggarai yang tersebar di beberapa kota dan dikoordinir oleh Gregorius Y. Setiawan selaku Kordinator Umum dari Aliansi Mahasiswa Manggarai.

“Sebagian besar masker yang kita serahkan hari ini dikirim dari teman-teman AMM sebab di tengah perjuangan mereka melawan COVID-19 di daerah mereka masing-masing tetapi mereka masih berpikir juga tentang Manggarai. Tentu ini kerja yang luar biasa,” ujar Mandela.

Mandela menjelaskan, sumbangan masker ini merupakan wujud kepedulian PMKRI dan AMM terhadap masyarakat Manggarai dalam melawan pandemi virus corona. Baik PMKRI maupun AMM sangat peduli dengan kondisi masyarakat Manggarai saat ini yang sedang berjuang keras melawan wabah virus mematikan itu.

“Wujud kepedulian kami adalah melalui sumbangan masker,” kata dia.

Ia menjelaskan, warga Manggarai hari ini mengalami kecemasan karena di Manggarai Barat sebagai kabupaten tetangga terjadi peningkatan jumlah pasien positif corona menjadi 12 orang. Apalagi 9 dari 12 yang positif tersebut berasal dari Kecamatan Lembor daerah perbatasan berdekatan dengan Manggarai. Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap situasi Manggarai ke depannya. Meski begitu, masyarakat tidak boleh panik. Prinsipnya kata dia, tetap berwaspada ikuti protokol kesehatan pemerintah. Tidak boleh melanggar dan jangan anggap remeh.

“Memang sedikit mencemaskan Manggarai hari ini. Kecemasan ini dipicu oleh peningkatan pasien yang positif di Manggarai Barat, di mana jumlahnya saat ini menjadi 12 orang dan 9 pasien berasal dari Lembor. Tetap waspada, ikuti protokol kesehatan, tidak boleh melanggar, serta jangan menganggap remeh,” pinta Mandela.

Menurut Mandela, di Manggarai khususnya di kota Ruteng masih terlihat sebagian masyarakat yang tidak menggunakan masker saat menjalankan aktivitas. Persoalan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Sikap kewaspadaaan dan langkah pencegahan di tengah masyarakat sangat penting dilakukan. Tidak boleh lemah walapun sampai saat ini Manggarai masih berstatus zona hijau.

“Masih terlihat sebagian masyarakat Manggarai khususnya yang berada di kota Ruteng tidak menggunakan masker ketika beraktivitas. Ini tidak boleh dibiarkan. Jangan karena Manggarai masih zona hijau. Sikap waspada dan langkah mencegah tidak boleh lemah di tengah masyarakat,” jelas Mandela.

Mandela berharap sumbangan masker dari PMKRI Ruteng dan AMM dapat bermanfaat bagi masyarakat Manggrai dalam mencegah pandemi COVID-19. Pihaknya saat ini terus berupaya untuk memberikan sumbangan masker untuk masyarakat Manggarai pada waktu mendatang melalui Satgas COVID-19 Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Terpisah, Koordinator Umum Aliansi Mahasiswa Manggarai Gregorius Y. Setiawan mengaku hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keterlibatan mereka dalam penanganan COVID-19 di Manggarai Raya.

Gregorius menjelaskan, ‘Gerakan 1000 Masker’ untuk Manggarai ini sudah mulai dilaksanakan sejak pertengahan Maret lalu. Aliansi Mahasiswa Manggarai, kata dia, telah mengumpulkan lebih dari target. Pihaknya telah mengirimkan masker dari Bali sebanyak 1.570 Psc. Masker ini lanjut dia, merupakan kiriman dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Jogya, Surabaya, Malang lalu dikumpulkan di Bali, tempat untuk penampungan masker juga base Aliansi Mahasiswa Manggarai.

“Ada juga masker yang dikumpul teman-teman Korwil Bali dan PMKRI Ruteng dan ada beberapa donatur yang menyumbang baik itu dalam bentuk masker juga dalam bentuk uang tunai,” pungkas pria yg biasa disapa Wawan itu.

Ia menjelaskan, sasaran dari gerakan 1000 masker ini merupakan masyarakat kelas menengah ke bawah di Kabupaten Manggarai. Ia pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama dari teman-teman setiap korwil juga kepada semua donatur sehingga APD berupa masker bisa diserahkan ke Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Manggarai.

Dalam Waktu dekat juga AMM melalu korwil Ruteng akan menyerahkan masing 500 Psc masker untuk manggarai timur dan 800 Pcs untuk Manggarai Barat.

“Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang sangat membutuhkan. Semoga kebaikan dari kita semua dibalas oleh Tuhan,” ucap dia.

“Saya mewakili teman-teman mahasiswa yang ada di perantauan meminta kepada pemda agar mengindahkan data yang kami kirim ke pemda. Gerekan masker ini kami akan terus lakukan dan nanti kalau semuanya sudah terkumpul kami juga akan kirimkan sebagai tahap keduanya,” papar Gregorius.

Untuk di ketahui di setiap korwil sudah ada posko masing-masing, juga setiap korwil sudah membantu beberapa mahasiswa Manggarai terdampak dari COVID-19 seperti di Korwil Bali dan Jogja ada beberapa mahasiswa yang terima sembako dari AMM bersumber dari usaha mandiri dari setiap korwil jika ada yang mau bagikan rejekinya untuk mahasiswa bisa langsung hubungi saya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here