Dilema Masyarakat Perantau asal Nusa Tenggara Timur

0
938

Pandemi covid-19 memaksa pemerintah mengambil kebijakan untuk segala aktivitas di luar rumah dibatasi guna memutus mata rantai penularan virus covid-19.

Tidak tanggung-tanggung banyak perusahaan yang bangkrut karena covid-19. Akibat dari pada itu banyak warga NTT yang bekerja di perusahaan seperti Restoran, Mall, Hotel, SPA, toko-toko dll harus kehilangan pekerjaan dan penghasilan.

Rovin Bou, Humas Relawan aliansi Bali Lawan Covid-19 menyampaikan bahwa situasi di lapangan memang sangat dilematis. Banyak warga NTT yang mengeluhkan hal itu.

Kita prihatin dengan keadan ini, kita tidak bisa menyalahkan perusahaan yang meliburkan saudara-saudari kita karena memang keadaanya begitu. Saat ini relawan hanya melakukan pencegahan seperti memasang water dispenser, memberikan edukasi dan akan membagikan hand sanitizer kepada masyakat yang tidak mampu.

Dalam keadaan seperti ini kita mesti bijaksana mengambil keputusan. Kita berusaha menahan siapapun agar tidak pulang ke kampung halaman guna menghentikan penyebaran virus covid-19 lebih luas. Di sisi lain, kita juga tidak bisa menahan mereka untuk bertahan sebab biaya hidup terus berjalan seperti kontrakan/kost terlebih bahan makanan, ucap Rovin.

Menurut Aktivis PMKRI Cabang Denpasar itu, Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah Pemprov NTT untuk prioritaskan setiap pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan bagi mereka yang ingin pulang. Jadi setiap warga yang baru pulang dari perantauan diberikan status ODP (orang dalam pengawasan) dan wajib untuk dilakukan karantina selama 14 hari. Dalam proses karantina harus diperhatikan serius agar ODP itu tidak berkeliaran.

Itu yang kita harapkan, proses karantina selama 14 hari itu harus benar-benar diperhatikan, mengingat kesadaran masyarakat kita yang apatis terhadap himbauan pemerintah pusat maupun daerah.
Intervensi pemerintah terhadap masyakat yang membandel itu perlu. Otoritarianisme untuk kepentingan bersama (Bonum Comune) kenapa tidak. ucap Rovin.

Sampai saat ini NTT masih aman dari virus berbahaya ini. Entah benar-benar bersih dari covid-19, ataukah karena keterbatasan alat lacak dan ketakutan masyarakat untuk melakukan tes suhu tubuh. Terlepas dari itu semua, pemerintah provinsi dan daerah untuk tetap waspada, dan masyarakat diharapkan untuk patuh terhadap himbauan pemerintah karena salah satu cara memutuskan rantai virus ini adalah dengan menjaga perilaku, seperti menahan diri untuk tidak keluar rumah jika tidak ada urusan yang urgen, tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang atau kerumunan.

#BadaiPastiBerlalu
#BersamaMelawanCorona
#Kamudirumaaja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here