Sindhu Gautama Sarankan Pemprov Bali Bersikap Responsif

0
862

Virus Corona atau Covid-19 sudah tersebar sampai ke Indonesia, awalnya penyebaran virus ini hanya tersebar di Negara China dan telah memakan korban jiwa, tetapi dengan bergulirnya waktu virus ini sudah menyebar ke berbagai belahan dunia, bahkan sampai sejauh ini dari seluruh dunia terhitung ribuan jiwa yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19 ini, sehingga setiap harinya terus bertambah. Tentu dengan jumlah presentase umat manusia yang terinfeksi virus ini, maka dapat dikatakan hal ini bukan bencana yang biasa-biasa saja, tetapi malah sebaliknya, sudah merupakan bencana yang luar biasa.

Seperti yang kita ketahui, virus ini sudah sampai ke wilayah Bali dan sudah beberapa orang yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 ini, bahkan sudah ada yang meninggal dunia, tentu hal ini adalah salah satu tantangan di masa kepemimpinan Bapak Gubernur Provinsi Bali untuk bisa menyelesaikan persoalan yang disebabkan Covid-19 itu sendiri. Memulai paradigma dari aspek ekonomi, tentu akibat daripada Covid-19 ini sangat signifikan melemahkan keadaan ekonomi Bali, karena Bali sendiri mendapatkan penghasilan terbesar dari sektor Pariwisata, sehingga akibat daripada itu, berdampak terhadap kedatangan tamu ke Bali, setelah itu di lihat dari aspek kelengkapan alat-alat rumah sakit, Bali sendiri harus segera menyiapkan Alat Perlindungan Diri (ADP) untuk tim medis dan/atau masyarakat umum Bali, karena sejauh ini di berbagai rumah sakit di Bali, stok APD sendiri sudah mulai menipis, selanjutnya Pemerintah Bali juga harus segera menyiapkan persiapan alat perlengkapan Rumah Sakit yang berstandar Internasional untuk menangani penyebaran Covid-19 di Bali.

Melihat berbagai persoalan penyebaran Covid-19 di Bali, Sindhu Gautama salah satu pemuda Bali memberikan pandangan terhadap penanganan Pemerintah Provinsi Bali dalam menyelesaikan persoalan penyebaran virus tersebut, menurutnya yang pertama pemerintah Bali harus responsif dalam menyelesaikan penyebaran virus ini, yang kedua pemerintah Bali harus menyiapkan perencanaan yang matang dilihat dari aspek ekonomi dan sosial, apalagi di Bali sendiri hampir lebih dari 50 % tergantung di sektor Pariwisata, yang ketiga terkait dengan kebijakan lockdown, ia menilai Bali tidak usah tergesa-gesa, tetapi yang perlu di tingkatkan adalah pencegahan penularan Covid-19 seperti yang gencar dilakukan oleh Walikota Surabaya,’’Saya rasa pemerintah Provinsi Bali harus benar-benar responsif memutuskan rantai penularan Covid-19 ini, mungkin bisa dengan membuat perencanaan yang mencakupi segala aspek, karena dalam penyelesaian Covid-19 ini tidak bisa dilakukan jika hanya dengan bersifat menenangkan sementara, tetapi lebih tindakan nyata oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, dan Saya rasa merujuk pada UU/24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, maka pengalokasian penggunaan dana APBN dan ABPD bisa segera direalisasikan dengan cepat, khususnya di Bali yang nantinya dapat terfokus untuk menuntaskan penyebaran Covid-19 ini,’’ ungkap Pemuda Hebat KEMENPORA RI yang juga merupakan mantan Aktivis PD KMHDI Jawa Timur.

Sambungnya dari sisi berbeda, dari sudut pandang politik, kali ini ada hal-hal yang aneh menjadi pertanyaan di kalangan anak muda saat ini, karena dengan tersebarnya Covid-19 di berbagai wilayah di Indonesia, para politisi-politisi dan partai-partai besar sejauh ini masih belum terlihat pergerakan yang signifikan untuk menuntaskan penyebaran Covid-19, berbeda pada saat pesta demokrasi pileg beberapa waktu lalu, dengan semangat yang berkobar-kobar mengatasnamakan kepentingan rakyat, tetapi saat rakyat hari ini tertimpa musibah Covid-19, semangat itu berangsung-angsur menghilang, sebenarnya ia menilai disinilah saatnya wujud implementasi itu dilaksanakan dengan baik.

Di akhir ia juga menyampaikan, jangan menyalahkan generasi muda jika memunyai penilaian lain terhadap partai-partai yang berbuat nyata pada saat Indonesia di landa Covid-19, walaupun itu partai yang baru dan/atau partai yang kecil.

Selain itu juga ia berharap agar kasus Covid-19 ini informasinya harus terbuka, artinya bukan untuk menakut-nakuti psikologi masyarakat Bali, tetapi agar antisipasi masyarakat itu benar-benar dilakukan dengan baik, sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Terlebih sekarang di Bali diduga masih saja ditempat keramaian ada yang berkeluyuran, terminal-terminal masih ada juga di duga ada penurunan penumpang dari luar Bali, jika hal-hal kecil demikian tidak diatasi dengan serius menurutnya penyebaran Covid-19 ini tidak akan cepat diselesaikan. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here