Tidak Ada Anak Papua di Kabinet, Jokowi Tidak Perhatikan Geopolitik

bali.inapos.com – Susunan kabinet Jokowi sudah dibentuk dan dilantik hari ini, Rabu (23/10) di Istana Negara, Jakarta. Namun dari 38 nama yang ada, tidak ada satu pun nama menteri Orang Asli Papua. Padahal beberapa waktu lalu Jokowi bahkan sudah memastikan ada putra Papua yang akan duduk di kabinet.

“Kita sudah sama-sama lihat komposisi menteri yang ada dan sangat disayangkan bahwa tidak ada orang asli Papua di situ. Pak Jokowi lupa bahwa Indonesia ini luas dari Sabang sampai Merauke dan bicara keterwakilan Papua hari ini sangat penting karena menyangkut geopolitik nasional,” kata Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/10).

Ia menjelaskan, meskipun penentuan menteri merupakan hak prerogatif presiden namun aspek geopolitik harus menjadi perhatian. “Geopolitik ini untuk Indonesia sangat penting maka perlu kebersamaan. Sekarang kalau ada daerah yang sangat dominan sementara saudara dari ujung Timur tidak ada satu pun, maka kebersamaan sebagai bangsa ini sudah hilang,” ungkap Emrus.

Jika bicara soal kompetensi, kapasitas atau integritas lanjut dia maka banyak tokoh Papua yang mampu untuk duduk sebagai menteri. “Ada nama seperti Natalius Pigai, Lukas Enembe, Teo Waimuri yang sudah teruji kapasitas dan integritasnya. Tapi Pak Presiden koq bisa mengabaikan aspek ini. Masih ada waktu untuk memperbaiki ini semua sebelum ada gejolak lagi,” tegas Emrus.

Ia bandingkan sebagai contoh menyangkut geopolitik misalnya menteri yang saat ini ada berasal dari daerah Tapanuli ada nama seperti Luhut Panjaitan, Yasona Laoli, dan Juliari Batubara. “Orang Batak bisa dapat 3 lalu Papua bagaimana. Jika mengelola negara seperti ini maka bisa repot sekali. Saya harap Presiden perhatikan betul soal ini,” pungkas Emrus. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *