Danone Punya Andil Dalam Kerusakan Lingkungan Di Sukabumi

bali.inapos.com – Regulasi penggunaan air tanah harus diperketat. Jika tidak, maka penggunaan air tanah bisa berdampak merusak lingkungan. Demikian disuarakan bakal calon bupati Sukabumi, Dedi Ruslan dalam menyikapi maraknya keberadaan perusahaan air minum di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Berdasarkan catatannya, ada sekitar 110 perusahaan yang mengelola industri air tanah di Sukabumi, termasuk salah satunya adalah perusahaan air minum “Aqua” dari Danone Group.
“Kita harus memperketat regulasi penggunaan air bawah tanah di kabupaten Sukabumi, tanpa pengetatan aturan tersebut maka akan berimbas ke rusaknya lingkungan,” katanya di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).
Di Sukabumi sendiri dikenal ada dua Cekungan Air Tanah (CAT). Ada CAT Sukabumi yang melintang di sepanjang Kabupaten Sukabumi. Lalu ada CAT Jampangkulon. Namun CAT di Jampangkulon lebih kecil potensinya jika dibandingkan CAT yang melintang di sepanjang Kabupaten Sukabumi.
Kedua CAT di wilayah tersebut sama- sama kerap digunakan untuk air minum masyarakat sekaligus kepentingan industri perusahaan air minum.
“Penggunaan air tanah di daerah kita tidak hanya untuk air minum tetapi banyak juga perusahaan yang menggunakannya untuk kepentingan industri mereka, untuk itu pengawasan dan aturan penggunaan harus linier,” tukas Dedi Ruslan, selaku pengusaha muda sekaligus anggota Dewan Penasehat Forum Bela Negara (FBN) cabang Bali. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *